... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
25.2.14
SEKOLAH PARA BIN*A*TANG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
24.2.14
Investasi tak mungkin mengalahkan BISNIS
Sehebat-hebatnya daya ungkit Investasi, tidak mungkin dapat mengalahkan daya ungkit Bisnis.
Pengertian
Investasi adalah anda "menitipkan" modal/uang untuk
dikelola/dimanfaatkan dalam bisnis orang lain, dan sebagai "imbalannya"
anda akan menerima "pembagian keuntungan (kerugian)" dari bisnis orang
tersebut.
Sebesar-besarnya
"keuntungan" investasi emas, tentu jauh lebih besar keuntungan
perusahaan penambang emas, ataupun perusahaan pengelola emas (menjadi
perhiasan, jual-beli, dll).
Sebesar-besarnya
keuntungan investasi properti, tentu jauh lebih besar lagi keuntungan
perusahaan pembangun properti (developer).
Sebesar-besarnya
"keuntungan" "investasi" saham/valas, tentu yang paling untung adalah
perusahaan jasa jual-beli nya. Investor boleh ada yang rugi kecil, rugi
besar, untung kecil maupun untung besar. Tetapi yang selalu untung tentu
saja perusahaan jasa transaksi tersebut.
Tidak mungkin Investasi mengalahkan Bisnis.
Warren
Buffett sering dengan salah dianggap "Investor". Padahal yang
dilakukannya adalah "membeli perusahaan untuk disinergikan dengan
perusahaan lainnya". Dengan demikian tentu saja nilai setiap perusahaan
miliknya makin lama makin tinggi karena keuntungan setiap perusahaan
makin besar. Yang jelas, Warren Buffett tidak "beli sesuatu, duduk diam,
lalu tiba-tiba kekayaannya melonjak". Tidak. Ada "sesuatu" yang
dikerjakan diantaranya. Itulah bisnis. Itulah sinergi.
Dengan investasi "duduk diam", jangan pernah berharap Rp 1 juta menjadi Rp 100 juta.
Apalagi dengan "investasi Rp 100.000, duduk diam, berharap menjadi Rp 100 juta".
TETAPI...
Dengan
"TIDAK DUDUK DIAM", dengan "BERGERAK", dengan benar-benar "MELAKUKAN"
bisnis, anda BOLEH mengharapkan "modal" awal Rp 100.000 suatu saat
menjadi Rp 100 juta. TIDAK MUSTAHIL!
Syaratnya: MELAKUKAN BISNIS. BUKAN DUDUK DIAM!
(micy)
6 Mitos Tentang Network Marketing :
Kesalahpahaman & Kenyataan
Dalam
menjalankan bisnis network-marketing, sering kali kita bertemu dengan
orang-orang yang skeptis, ataupun orang-orang yang merasa tahu dan
mengerti bisnis network-marketing, tetapi hanyalah orang-orang yang
salah paham mengenai sistim dan cara kerja bisnis network marketing.
Melalui artikel ini, saya ingin memberikan penjelasan atas 6 mitos yang
sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network-marketing.
6 mitos yang sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network marketing adalah :
Mitos
pertama : Cara terbaik untuk sukses di bisnis network marketing adalah
dengan bergabung dengan perusahaan network-marketing baru. Mitos ini
muncul karena adanya anggapan bahwa penghasilan terbesar yang diperoleh
oleh pelaku bisnis network-marketing berasal dari awal berdirinya sebuah
perusahaan network-marketing.
Kenyataannya
adalah, tahap awal mungkin merupakan masa terburuk untuk bergabung
dengan sebuah perusahaan network-marketing. Mengapa?
Sudah
merupakan sebuah kenyataan di dunia bisnis (dan bukan hanya di bisnis
network-marketing) bahwa 70% dari semua perusahaan baru akan
gulung-tikar dalam lima tahun pertama.
Kalau
begitu, bagaimana Anda bisa yakin bahwa perusahaan network-marketing
tempat Anda bergabung bukanlah satu satu dari 70% perusahaan yang
gulung-tikar tersebut?
Pada tahap
awal sebuah perusahaan network-marketing, semua orang menginginkan dan
berharap bahwa perusahaan tersebut akan sukses. Akan tetapi, merosotnya
kinerja sebuah perusahaan network-marketing terjadi secara
perlahan-lahan dan kadang-kadang tanpa disadari oleh para anggota dan
distributornya.
Untuk sukses dalam
bisnis network marketing, dibutuhkan investasi waktu dan usaha yang
tidak sedikit. Bagaimana jika perusahaan network-marketing tempat Anda
bergabung bangkrut setelah Anda meng-investasikan beberapa tahun dalam
bentuk waktu dan usaha? Semuanya menjadi sia-sia saja, bukan?
Dari
penjelasan di atas, Anda dapat melihat bahwa waktu terbaik untuk
bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing adalah sesudah
perusahaan tersebut berhasil membuktikan kemampuan mereka untuk
mengembangkan bisnis secara etis, serta memenuhi kewajiban-kewajiban
berupa pembayaran bonus kepada distributor secara teratur dan tepat
waktu.
Mitos kedua : Kesuksesan
seorang network-marketer adalah karena berada di tempat yang tepat pada
waktu yang tepat dan faktor keberuntungan (hoki) merupakan faktor utama
kesuksesan seorang network-marketer.
Mitos
ini timbul karena potensi income tidak terbatas yang ditawarkan oleh
industri network-marketing itu sendiri. Orang-orang yang menjalankan
bisnis network marketing mengharapkan untuk mendapatkan income besar
dalam waktu singkat tanpa kerja keras. Tentu saja sebagian besar orang
gagal di network marketing dengan pandangan tersebut. Orang-orang yang
gagal di network marketing karena kesalah-pahaman tersebut kemudian
beranggapan bahwa untuk menjadi sukses dalam bisnis network-marketing
dibutuhkan keberuntungan (hoki) yang besar.
Perlu
Anda sadari bahwa bisnis network-marketing adalah sebuah bisnis, bukan
merupakan sebuah hobby, permainan, atau sesuatu yang dilakukan oleh
orang-orang iseng, kurang kerjaan, maupun orang-orang yang ingin cepat
kaya tanpa berusaha keras.
Orang-orang
yang menganggap network marketing sebagai sebuah hobby ataupun sebagai
sebuah permainan biasanya tidak akan sukses menjalankannya. Akan tetapi,
orang-orang yang memperlakukan network-marketing layaknya sebuah
bisnis, ataupun sebagai sebuah pilihan karir/professi memiliki
kesempatan yang besar untuk sukses dalam menjalankan bisnis
network-marketing.
Sama seperti
halnya di bisnis maupun profesi lain, untuk menggapai sukses di bisnis
network-marketing, Anda perlu juga membekali diri dengan ketrampilan dan
keahlian. Anda juga perlu melakukan investasi di perkakas (tools) yang
tepat untuk dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing
Anda secara maksimal.
Mitos ketiga : Network marketing adalah bisnis untuk orang miskin yang bermimpi menjadi kaya raya.
Walaupun
banyak orang-orang yang sukses di bisnis network marketing memiliki
latar belakang yang sederhana, pandangan ini merupakan pandangan yang
salah. Sayangnya, mitos ini sendiri muncul akibat cerita yang sering
digembar-gemborkan oleh banyak pelaku bisnis network-marketing itu
sendiri.
Seperti di bisnis-bisnis
lainnya, untuk menjadi sukses di bisnis network marketing, orang harus
memiliki ketrampilan dan keahlian. Anda juga memerlukan sumber daya
seperti modal, kenalan, disiplin dan juga visi dalam menjalankan bisnis
Anda.
Sebagian orang tidak sukses
secara finansial karena memiliki kekurangan-kekurangan seperti tidak
percaya diri, tidak tahu cara menyampaikan pendapat, kurang bisa
bersosialisasi dan lain sebagainya. Melalui network-marketing, seseorang
dapat mengasah ketrampilan-ketrampilan tersebut.
Kenyataan
sebenarnya adalah, orang-orang yang sukses di bisnis network-marketing
sering kali adalah orang-orang yang juga telah sukses di bidang dan
bisnis lain.
Oleh karena itu,
pandangan bahwa orang miskin yang menjadi kaya-raya setelah menjalankan
bisnis network-marketing adalah sebuah pandangan yang tidak benar.
Mitos
keempat : Jika network-marketing dapat benar-benar dijalankan, maka
semua orang akan menjalankannya sehingga pasar akan menjadi jenuh
(saturasi).
Walaupun masuk akal
secara matematis, mitos ini tidak pernah terbukti. Sejarah telah
membuktikan bahwa network-marketing merupakan bisnis yang nyata, dan
kejenuhan (saturasi) bukan merupakan sebuah ancaman.
Amway,
perusahaan network-marketing tertua dan terbesar di dunia telah
beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Distributor-distributor Amway
telah �menggambar lingkaran� dan merekrut distributor baru selama lebih
dari 40 tahun, dan sampai sekarang belum ada indikasi bahwa pasar telah
jenuh dengan apa yang ditawarkan oleh para distributor Amway ini.
Memang,
sistim bisnis network-marketing sangatlah dashyat, akan tetapi tidak
begitu dashyat hingga sanggup menghilangkan keacuhan dan ketidakpedulian
orang terhadap kedashyatan yang ditawarkan oleh bisnis network
marketing ini.
Mitos kelima : Anda harus �memanfaatkan� teman dan keluarga untuk memperoleh income di bisnis network-marketing.
Ini
merupakan sebuah persepsi yang sangat salah mengenai bisnis
network-marketing. Kenyataannya adalah : Anda tidak memanfaatkan orang
lain dan tidak boleh memanfaatkan orang lain untuk mencapai sukses di
bisnis network-marketing.
Dalam
menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing, satu-satunya hal
yang �dimanfaatkan� adalah produk dan jasa yang didistribusikan sebuah
perusahaan network-marketing melalui para distributornya. Mesin
penggerak bisnis network-marketing adalah produk dan jasa yang
dipergunakan oleh para distributor.
Dalam
bisnis network-marketing, Anda tidak memanfaatkan orang lain. Anda
hanya menawarkan produk dan jasa yang Anda pergunakan sendiri kepada
teman dan kenalan Anda. Jika teman Anda menyukainya, mereka juga akan
menggunakannya. Jika teman, saudara dan anggota keluarga Anda yang lain
tidak menyukai produk yang Anda tawarkan, Anda tidak perlu memaksa. Itu
adalah hak mereka.
Mitos keenam : Kebanyakan orang gagal di bisnis network-marketing. Para �leader� mendapatkan duit dari �distributor kecil�.
Seperti
halnya di industri-industri lain, orang-orang yang sukses di bisnis
network marketing adalah orang yang paling tekun dan yang berusaha
paling keras dalam menjalankan bisnisnya.
Di
bisnis network-marketing, orang yang sukses adalah orang yang paling
banyak melakukan penjualan produk/jasa dan paling banyak membimbing dan
melatih distributor baru hingga bisa mandiri dan sukses.
Jika
Anda menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, dan telah
mengembangkan jaringan distritor sebanyak 500 orang yang masing-masing
menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, tentu saja Anda akan
memperoleh income 500 kali lebih banyak dari orang yang hanya menjual
produk senilai Rp.500 ribu per bulan.
Adil sekali, bukan???
Network Marketer & Konglomerat Properti : Sebuah Analogi
Jika Anda menjalankan bisnis
network marketing, maka Anda dapat di-ibaratkan seperti seorang
konglomerat properti yang mempunyai banyak asset-asset properti berupa
gedung dan perkantoran bertingkat. Bagaimana mungkin???
Bisnis
network marketing adalah sebuah bisnis jangka panjang yang akan
memberikan hasil berupa residual income secara terus-menerus walaupun
usaha awal untuk memperoleh income tersebut telah selesai dilakukan pada
waktu yang lampau.
Seorang network
marketer perlu menginvestasikan modal, meluangkan waktu untuk membangun
organisai network-marketing secara perlahan-lahan, satu distributor demi
satu distributor. Pada saat organisasinya telah berkembang, sukses dan
produktif, residual income akan diperoleh secara terus menerus walaupun
ia memutuskan untuk tidak lagi aktif menjalankan bisnis network
marketingnya.
Seorang konglomerat
properti juga membutuhkan waktu yang lama untuk merencanakan proyek
properti, membangun pondasi, menyelesaikan konstruksi setingkat demi
setingkat hingga akhirnya selesai membangun gedung bertingkat yang
menghasilkan uang sewa secara terus-menerus di kemudian hari.
Jika
Anda baru saja memulai bisnis network marketing Anda, kemungkinan besar
Anda akan bertemu dengan orang yang mentertawai, menganggap remeh atau
bahkan mencemooh usaha Anda dalam mengembangkan bisnis network marketing
Anda.
Pada saat Anda berada dalam posisi sulit tersebut, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut :
�Teman,
mari saya ceritakan proyek apa yang sedang saya kerjakan. Saat ini,
saya sedang menjalankan proyek jangka panjang untuk mencapai kebebasan
finansial (financial freedom). Proyek yang saya kerjakan sekarang kurang
lebih mirip sebuah proyek properti. Bisa diibaratkan saya sedang
membangun apartemen 50 kamar untuk dikontrakkan kepada orang lain.�
�Anda
sendiri tahu bahwa perlu waktu untuk membangun apartemen 50 kamar
bukan?? Nanti kalau sudah selesai dibangun, saya akan menikmati income
dari hasil mengontrakkan 50 apartemen tersebut kepada orang lain.�
�Saat
ini, saya sedang dalam proses konstruksi gedung apartemen-nya. Wajar
saja kalau sewaktu saya membangun gedung tersebut, saya perlu melakukan
investasi. Dan tentu saja selama periode konstruksi gedung apartemen
tersebut, saya masih belum akan menikmati uang sewanya, bukan??�
Berhentilah
berbicara sejenak. Lawan bicara Anda pasti sadar bahwa tidak mungkin
memperoleh uang sewa apabila gedung apartemen 50 kamar tersebut belum
selesai dibangun.
Kemudian lanjutkan pembicaraan Anda :
�Begitulah
keadaannya. Saat ini saya sedang berada dalam tahap membangun. Nanti
kalau sudah selesai, akan saya kabarkan dan bersama-sama akan kita lihat
hasilnya.�
�Bagaimana dengan Anda?? Apakah Anda melakukan proyek jangka panjang untuk masa depan Anda??�
Cukup
demikian tanggapan Anda. Tergantung kepada lawan bicara Anda untuk
memahami dan mempelajari bisnis network marketing yang sedang Anda
jalankan.
Jangan pernah merasa malu mengakui bahwa Anda melakukan bisnis network marketing!!!
Anda memang benar-benar menjalankan proyek jangka panjang, sama seperti halnya seorang konglomerat properti.
Apakah
seorang konglomerat properti merasa malu jika gedung bertingkat yang
dibangunnya sedang dalam tahap perencanaan dan konstruksi??? Tentu saja
tidak!!!
Oleh karena itu, Anda juga tidak perlu merasa malu mengakui keterlibatan Anda di bisnis network marketing.
Berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda?? Semuanya terserah Anda.
Yang
perlu Anda ingat adalah, Anda sedang membangun asset yang akan
menghasilkan income di kemudian hari. Mungkin perlu waktu beberapa tahun
untuk dapat menikmati hasil dari investasi Anda. Konglemerat properti
juga membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum dapat menikmati income
dari menyewakan gedung bertingkat yang dia bangun.
Jadi, berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda???
Network Marketing : Bisnis yang Mulia
Seandainya pada hari ini kita
melihat sebuah iklan terpampang di surat kabar, �Tersedia sebuah
lowongan untuk jabatan CEO suatu perusahaan yang berkembang pesat.� Apa
yang timbul dalam benak kita? Penghasilan yang besar, fasilitas kelas
satu, pekerjaan yang mendatangkan gengsi yang tinggi. Tapi ada berapa
orang yang memiliki kualifikasi untuk mengisi jabatan tersebut? Berapa
besar biaya dan waktu yang telah dikeluarkan seseorang untuk dapat
memenuhi tuntutan kriteria dari pemberi kerja tersebut?
Hanya
sedikit sekali orang yang memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan
tersebut. Jadi apabila kita tidak memenuhi kualifikasi tersebut
janganlah mengharapkan iming-iming dari fasilitas yang disediakan oleh
perusahaan, karena sudah menjadi hukum alam, �tunjukan prestasi dulu,
baru mendapatkan gaji dan tunjangan.�
Bagaimana dengan yang tidak memenuhi kualifikasi di atas? Apakah pintu sudah tertutup?
Melalui
bisnis network-marketing, terbuka dengan lebar peluang bagi orang-orang
yang tidak memiliki modal dan skill untuk mendapatkan income yang tidak
terbatas. Dan melalui bisnis jaringan pula banyak orang yang telah
mencapai posisi puncak di bisnis konvensional beralih ke bisnis
network-marketing karena bisnis ini telah menyelamatkan mereka dari
sakit stress dan sakit jantung, mereka sepertinya telah menemukan hidup
baru di bisnis ini. Karena itu dapat dikatakan bahwa bisnis jaringan
adalah bisnis yang Mulia.
Tidak
seperti bisnis waralaba yang sudah diterima oleh banyak kalangan,
walaupun pernah dipermasalahkan pada tahun 1950an dimana Ray Kroc
memutuskan untuk membeli hak bisnis waralaba restoran fast food bernama
McDonald�s karena dianggap bisnis ini menyalahi hukum. Tapi saat ini
McDonald�s telah memiliki lebih dari 20.000 outlet di seluruh dunia.
Industri
pemasaran jaringan berawal pada tahun 1940an ketika Nutrilite Products,
Inc., meluncurkan produk makanan suplemen dan, sepuluh tahun kemudian,
Amway memperkenalkan penjualan produk-produk rumah tangga.
Mengapa
orang lebih dapat menerima konsep bisnis waralaba dibandingkan dengan
bisnis network-marketing? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal
tersebut.
Pertama, banyak orang yang
memiliki paradigma berpikir konvensional, sehingga tidak percaya bahwa
ada cara yang sedemikian sederhana sehingga orang yang tidak punya modal
dan skill dapat memiliki peluang untuk menghasilkan income yang tidak
terbatas.
Kedua, orang banyak yang
beranggapan bahwa bekerja itu harus memiliki kantor atau toko, sehingga
konsep bisnis jaringan dimana pekerjaan dapat dilakukan dirumah dan
tidak memerlukan kantor adalah pekerjaan yang rendah.
Ketiga,
orang sering melihat banyak network-marketer yang tidak berhasil
menjalankan bisnisnya. Hal ini dapat kita analogikan pula dengan banyak
restoran ayam goreng yang mengalami kebangkrutan. Yang salah bukanlah
industri restoran ayam gorengnya, tetapi pemiliknyalah yang tidak
memiliki kemampuan untuk mengelola restoran tersebut.
Keempat,
banyak perusahaan network-marketing yang tumbuh bagaikan jamur dan
menghilang dalam hitungan bulan. Hal ini tidak dapat disangkal, karena
setiap ada usaha yang bagus, maka orang akan latah mengikuti usaha
tersebut, hal ini dapat dilihat pada saat masyarakat ramai-ramai
ikut-ikutan berinvestasi bisnis kodok lembu, cacing, cabe dan
sebagainya. Dan akhirnya hukum seleksi alamlah yang akan berlaku. Yang
memiliki kemampuan yang akan bertahan.
Oleh
karena itu, bagi yang tertarik untuk bergabung pada industri jaringan,
disarankan untuk meneliti dulu dari segala aspek terhadap perusahaan
yang akan dipilih tersebut. Bisnis ini akan mendatangkan manfaat yang
amat besar kalau kita melakukan hal yang tepat dan benar pada awalnya.
Jangan sampai sifat serakah yang berperan sehingga kita akan merugikan
banyak orang pada nantinya.
Kenapa Network Marketing??? Sejarah Singkat Proses Distribusi
Industri Network Marketing
adalah sebuah industri yang cukup banyak diwarnai oleh polemik dan
perdebatan. Banyak pihak yang PRO, tetapi tidak sedikit pula yang
KONTRA. Sebagai seorang professional yang juga menggeluti bisnis network
marketing, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk memaparkan mengapa
industri network marketing akan terus berkembang di masa depan.
Salah
satu hal yang paling konsisten di dunia ini adalah perubahan (change).
Dan sudah merupakan sesuatu yang lumrah jika orang-orang cenderung
antipati terhadap sebuah perubahan, apalagi sebuah perubahan yang cukup
revolusioner. Sebagai manusia, kita selalu mencoba untuk menolak
terjadinya perubahan. Keinginan manusia untuk menolak perubahan dan
mempertahankan status-quo adalah hal yang wajar dan manusiawi.
Walaupun
demikian, ada sebagian perubahan yang tidak bisa kita lawan sekuat
apapun kita mencoba melawannya. Hal ini menandakan bahwa perubahan
tersebut telah mencapai momentum dan berhasil menjadi sesuatu yang
lumrah dan menggantikan kebiasaan lama.
Sepanjang
sejarah, manusia telah mencoba untuk melawan perubahan yang sudah
waktunya terjadi. Hal ini terjadi hampir di segala bidang, mulai dari
bidang kesenian, ilmu pengetahuan, pengobatan, maupun di dunia bisnis.
Ide-ide
baru dan revolusioner cenderung ditolak dan ditentang pada awalnya.
Seringkali, semakin drastis ide-ide tersebut, usaha-usaha penolakan
terhadap ide baru tersebut juga menjadi semakin keras.
Banyak
sekali ide-ide drastis yang pada awalnya ditolak tetapi akhirnya
diterima menjadi sesuatu yang normal dan lumrah. Copernicus dipenjara
karena mengatakan bahwa Bumi bentuknya bulat, Colombus dicemooh ketika
berlayar mencari benua baru, Louis Pasteur juga ditertawai, Edison dan
Einstein juga pernah dicomooh akibat ide-ide mereka yang revolusioner.
Industri
network marketing juga adalah salah satu ide yang telah mencapai
momentum dan akan terus berkembang. Walaupun masih banyak orang-orang
yang menentang dan belum bisa menerima, industri network marketing akan
terus berkembang karena melalui network marketing, proses distribusi
yang paling ekonomis dan efisien akan dapat tercapai.
Pada
awal abad ke-19, perekonomian Amerika telah mulai berkembang sehingga
jalur distribusi untuk produk-produk kebutuhan hidup manusia juga harus
dikembangkan. Pada saat itu, orang-orang Amerika berpendapat bahwa jalur
distribusi yang baik adalah melalui toko-toko dan kedai-kedai kecil
yang dimiliki oleh suami istri. Oleh karena itu, lahir toko roti, toko
daging, toko perkakas, toko besi dan juga toko-toko lainnya yang menjual
produk-produk tertentu secara khusus.
Kemudian,
seorang bernama W.T. Grant berpendapat bahwa, alangkah baiknya jika
toko-toko yang menjual produk-produk yang berbeda tersebut dapat
digabungkan di satu lokasi. Dengan demikian, konsumen akan memiliki
banyak pilihan dan kegiatan belanja juga akan dipermudah karena konsumen
tidak perlu lagi mendatangi toko-toko yang berjauhan satu sama lainya
untuk melakukan aktivitas belanja mereka.
Penggabungan
toko-toko yang berbeda di satu lokasi melahirkan konsep Department
Store. Konsep Department Store ini begitu sukses hingga mengakibatkan
toko-toko dan kedai-kedai konvensional gulung tikar. Namun
pemilik-pemilik toko-toko konvensional tidak tinggal diam. Mereka melobi
pemerintah hingga akhirnya department store dinyatakan melanggar hukum
dan illegal. Bayangkan saja, department store dinyatakan sebagai usaha
yang melanggar hukum. Kalau dipikirkan, tidak masuk akal bukan??
Namun
demikian, sebuah ide yang telah memiliki momentum tidak akan dapat
dibendung. Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, department store
milik Grant akhir kembali diperbolehkan beroperasi dan dinyatakan tidak
melanggar hukum lagi oleh pemerintah.
Konsep deparment store akhirnya dikembangkan lebih lanjut hingga melahirkan konsep Shopping Mall.
Saat
ini, konsep shopping mall sendiri adalah sebuah konsep yang hampir
redup. Walaupun banyak shopping mall yang menjamur, omzet penjualan di
mall-mall merosot secara perlahan-lahan, dan pengelola mall semakin
sulit untuk menarik pengunjung yang berbelanja. Orang-orang masih
mengunjungi mall, akan tetapi yang berbelanja semakin sedikit.
Franchising
(waralaba) juga merupakan sebuah konsep distribusi yang ditentang pada
tahap-tahap awal. Konsep franchising sendiri diciptakan sekitar 35 tahun
yang lalu. Pada tahap awal perkembangannya, konsep franchising juga
ditentang habis-habisan karena dianggap merupakan penipuan. Bahkan tidak
sedikit pihak yang menganggap konsep franchising (waralaba) adalah
sebuah konsep yang illegal.
Akan
tetapi, sebuah ide yang telah mencapai momentum tidak akan bisa
dibendung. Saat ini, jaringan distribusi franchise (waralaba) memberikan
kontribusi sebeasar 34% dari penjualan setiap produk dan jasa di
Amerika Serikat.
Apakah masih ada
konsep distribusi yang telah mencapai momentum dan tidak terbendung lagi
perkembangannya? Tentu saja ada. Konsep tersebut adalah Network
Marketing.
Saat ini, konsep network
marketing juga ditertawakan, dikritik, ditentang dan dicemooh oleh
banyak orang dan banyak pihak. Hal ini persis seperti yang terjadi pada
awal konsep department store, shopping mall, dan franchising
diperkenalkan.
Akan tetapi, industri
network marketing juga telah mencapai momentum dan tidak akan bisa
dibendung. Lihat saja perkembangan Amway, pelopor industri network
marketing di dunia dan perusahaan network marketing terbesar di
Indonesia. maupun perusahaan network marketing lainnya yang sejenis.
Amway
telah banyak melahirkan miliarder-miliarder baru di seluruh dunia, dan
juga banyak distributor-distributor Amway di Indonesia yang berhasil
meningkatkan taraf hidup-nya dan menjadi jutawan dengan mengembangkan
bisnis network-marketing mereka masing-masing.
Saya
yakin, konsep network marketing akan melampaui kesuksesan department
store, shopping mall, dan juga konsep franchising (waralaba).
Kemungkinan besar, network marketing akan dapat merubah cara kita
melakukan jual beli produk dan jasa secara revolusioner.
Mengapa saya begitu yakin? Lihat saja sekeliling Anda, semuanya sedang berlangsung bahkan di lingkungan sekeliling Anda.
Pertanyaan saya : �Siapkah Anda bergabung?�
Krismon Menghadang, Network Marketing Menerjang
Jika Anda adalah pelaku bisnis
network-marketing, ada berita baik buat Anda, tapi ada juga berita
buruk. Tapi berita terbaik adalah : kedua-duanya berita yang akan saya
sampaikan adalah berita baik untuk Anda. Bingung?? Jika pernyataan di
atas rada-rada membingungkan Anda, teruskanlah membaca artikel ini.
Pada
saat perekonomian sebuah negara sedang maju dan berkembang, orang-orang
cenderung tidak berpikir untuk mencari sumber income tambahan. Buat
apa?? Kerjaan ada, gaji yang relatif tinggi diterima setiap bulan,
sehingga orang-orang akan cenderung berperilaku konsumtif.
Akan
tetapi, pada saat perekonomian sebuah negara memburuk, orang-orang akan
cenderung mencari income tambahan melalui karir-alternatif. Caranya
bisa dengan mencari sumber income tambahan di luar gaji dari kantor.
Di
Indonesia, kita telah mengalami Krisis Moneter sejak tahun 1997, dan
sampai sekarang perekonomian negara kita belum sebelumnya pulih.
Perekonomian dunia secara global-pun saat ini sedang dibayang-bayangin
oleh ancaman resesi dunia akibat situasi perekonomian Amerika Serikat
dan Jepang yang masih berada dibawah ancaman resesi.
Secara
global, orang-orang mulai khawatir mengenai kemungkinan memburuknya
perekonomian dunia. Kita di Indonesia juga khawatir karena jika
perekonomian dunia memburuk, maka pemulihan perekonomian nasional akan
kembali tersendat-sendat.
Adanya
kekhawatiran tersebut mengakibatkan orang-orang mulai mengencangkan ikat
pinggang dan mencoba mencari cara-cara untuk melakukan penghematan.
Jika memungkinkan, orang-orang juga akan mencari income tambahan untuk
berjaga-jaga jika memburuknya perekonomian nasional sampai menimbulkan
dampak yang tidak diinginkan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nah,
saat-saat inilah orang-orang akan sibuk mencari sumber income
alternatif. Dalam usaha mencari income alternatif dan income tambahan
tersebut, orang-orang tersebut akan sadar bahwa industri network
marketing merupakan pilihan income alternatif terbaik.
Kembali
ke awal artikel di atas, saya mengatakan : �Jika Anda adalah pelaku
bisnis network-marketing, ada berita baik buat Anda, tapi ada juga
berita buruk. Tapi berita terbaik adalah : kedua-duanya adalah berita
baik untuk Anda.� Maksud saya adalah, bersiap-siaplah untuk menghadapi
perkembangan industri network marketing yang tidak terbendung di tengah
ketidak pastian perekonomian nasional dan global.
Jika
Anda belum terlibat dengan industri network marketing, segeralah
pelajari potensi-potensi yang ditawarkan oleh industri network marketing
ini. Network marketing dapat memberikan income alternatif, residual
income, dan bahkan karir alternatif yang memberikan potensi income yang
sangat tinggi.
Saya yakin Anda akan menyadari bahwa industri network marketing adalah industri yang benar-benar �Anti Krismon�!!!
Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif
Pygmalion adalah seorang pemuda
yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung.
Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu
menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.
Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
�
Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi
Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."
�
Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga,
kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi
Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk
urusan lain yang lebih perlu".
�
Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia
malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan
makanan yang cukup di rumahnya."
Itulah
pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk,
melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang
orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik
perbuatan buruk orang lain.
Pada
suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat
halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung,
patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum
manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata,
"Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi
Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali
patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung
Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka
memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung
itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan
isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri
Yunani.
Nama Pygmalion dikenang
hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau
kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali
hasilnya betul-betul menjadi positif.
Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak
pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang
seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi,
baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes
sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia
betul-betul menjadi judes.
� Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
�
Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu
usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola
pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik
tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar
dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan
berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan
desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau
kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk
menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada
kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir
buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk,"
atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari
pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah
curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir
positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur,
"Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada
kita."
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai
Kalau
kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup
menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang
terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka
atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan
dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.
Hidup
akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir
baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir
baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak
berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat.
Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi
menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti
Pygmalion, begitulah.
Residual Income : Bagaimana Cara Memperolehnya???
Banyak alasan yang membuat orang
menggeluti bisnis network marketing. Alasan-alasa tersebut bisa berupa
income tambahan di luar gaji dari kantor, keinginan untuk memperluas
pergaulan, keinginan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga, keinginan
untuk mencapai kebebasan finansial dan beragam alasan lainnya. Network
marketing memungkinkan orang untuk mencapai kebebasan finansial karena
adanya residual income. Apakah yang dimaksud dengan residual income???
Yang
dimaksud dengan residual income adalah income yang diperoleh dan tetap
berlanjut walaupun usaha awal untuk mendapatkan income tersebut telah
selesai dilakukan. Lawan kata residual income adalah linear income. Yang
dimaksud dengan linear income adalah income yang berbanding lurus
dengan usaha yang dikeluarkan untuk memperoleh income.
Beberapa
contoh linear income adalah gaji dari kantor, dan upah buruh. Pegawai
kantor dibayar berdasarkan absensi, sedangkan buruh dibayar berdasarkan
jumlah produksi. Misalnya, buruh di pabrik sepatu dibayar berdasarkan
berapa pasang (unit) sepatu yang berhasil diproduksi oleh buruh
tersebut.
Beberapa contoh residual
income adalah biaya sewa dari apartemen, ataupun royalty dari penjualan
buku/album/film. Biaya sewa apartemen diperoleh walaupun usaha membangun
apartemen telah selesai dilakukan, dan pemilik apartemen memperoleh
sewa bulanan dari penyewa apartemen. Royalty dari penjualan
buku/album/film tetap diperoleh oleh penulis/artis/aktor walaupun proses
produksi telah selesai dilakukan.
Banyak
orang yang berkecimpung di dalam bisnis network marketing berharap
memperoleh kebebasan finansial melalui perolehan residual income.
Residual income dari Network Marketing diperoleh dari usaha yang kita
keluarkan untuk membimbing orang-orang di dalam organisasi network
marketing kita supaya bisa mandiri dan sukses.
Kerja
keras yang Anda lakukan sebagai seorang network marketer akan
memberikan hasil berupa residual income/royalty yang berasal
produktivitas dari orang-orang di dalam organisasi Anda yang telah Anda
bimbing menjadi sukses. Memang hasilnya tidak akan langsung terlihat
dalam waktu dekat. Diperlukan kesabaran dan kerja keras untuk membangun
organisasi network marketing yang kuat dan dapat memberikan residual
income yang besar.
Sebagian besar
orang tidak memiliki visi untuk membangun organisasi network marketing
yang kuat dan mengharapkan income yang besar dalam waktu singkat. Inilah
yang saya sebut �Mentalitas Ingin Cepat Kaya.�
Jika
Anda berharap bisa cepat kaya melalui network marketing, teruslah
bermimpi. Akan tetapi jika Anda ingin memperoleh residual income melalui
bisnis jangka panjang yang dapat dimulai dengan modal kecil dan kerja
keras, maka network marketing dapat membantu Anda untuk mencapai
cita-cita kebebasan finansial Anda.
Network Marketing Sulit Dijalankan. Benarkah???
Sudah berapa sering Anda
mendengar orang mengatakan bahwa bisnis network-marketing sulit
dijalankan. Jika saat ini Anda sendiri sedang mengembangkan bisnis
network-marketing, saya yakin pernyataan di atas sudah biasa Anda dengar
prospek-prospek Anda. Jika Anda belum menjalankan bisnis
network-marketing Anda sendiri, kemungkinan besar Anda juga pernah
menggunakan alasan di atas untuk menghindar dari teman-teman yang
mengajak bergabung. Tapi, benarkah bisnis network-marketing benar-benar
sulit dijalankan???
Saya sendiri
pernah berpikir bahwa menjalankan bisnis network-marketing itu sulit.
Lagipula, karir saya berkembang relatif cepat, sehingga saya pernah
beranggapan bahwa tanpa perlu repot-repot menjalankan bisnis
network-marketing, saya akan berhasil mencapai kebebasan finansial dalam
waktu singkat.
Kenyataannya adalah,
semakin karir saya menanjak, semakin banyak waktu pula yang harus saya
alokasikan untuk urusan kantor, sedangkan waktu untuk keluarga semakin
lama semakin sedikit. Hal inilah yang membuat saya kembali
mempertimbangkan kembali bisnis network-marketing sebagai upaya untuk
mencapai kebebasan finansial.
Setelah
mempertimbangkan beberapa alternatif, akhirnya saya memutuskan untuk
mulai menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing saya
sendiri.
Keputusan saya untuk
menjalankan bisnis network-marketing didasarkan atas beberapa
pertimbangan. Sebagai orang yang pernah mengatakan bahwa
�network-marketing sulit dijalankan,� saya mencoba membandingkan tingkat
kesulitan bisnis network-marketing dengan beberapa alternatif lain.
Network-marketing sulit dijalankan.
Benarkah??? Dibandingkan dengan apa???
Bagaimana
rasanya harus meninggalkan bayi Anda yang baru lahir dua bulan yang
lalu dengan baby-sitter di rumah karena Anda dan suami/istri Anda
terpaksa harus bekerja hanya untuk membayar tagihan bulanan? Sulitkah
itu???
Bagaimana rasanya mengetahui
bahwa Anda telah menikahi orang yang paling Anda cintai dan pernah Anda
janjikan hal-hal yang serba indah tetapi sampai sekarang belum dapat
Anda penuhi? Sulitkah itu???
Bagaimana
rasanya jika Anda dan pasangan Anda menyadari bahwa Anda tidak akan
mampu membeli rumah idaman Anda karena tidak mungkin membayar cicilan
bulanan? Sulitkah itu???
Bagaimana
rasanya terpaksa menyelesaikan pekerjaan kantor pada hari Minggu sore
dan terpaksa mengingkari janji untuk membawa anak Anda pergi berenang?
Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya
harus kerja lembur di kantor di malam Natal dan tidak bisa meluangkan
waktu untuk mengikuti misa Natal di gereja bersama keluarga Anda?
Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya
untuk tiap hari berangkat kerja dengan mobil butut berumur lima belas
tahun dan selalu harus dibawa ke bengkel setiap dua minggu sekali,
tetapi Anda tidak sanggup untuk membeli mobil baru? Sulitkah itu???
Bagaimana
rasanya jika setiap kali membeli baju, Anda terpaksa membeli yang
paling murah dan bukan membeli baju yang terlihat paling bagus untuk
Anda? Sulitkah itu???
Bagaimana
rasanya setiap kali berbelanja dengan keluarga Anda harus memikirkan,
�Jika kita beli yang ini, maka kita tidak akan sanggup membeli yang
itu.�? Sulitkah itu???
Bagaimana
rasanya mengetahui bahwa Anda telah bekerja keras selama 30 tahun untuk
suatu hari harus pensiun dengan sepertiga pendapatan Anda sekarang?
Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya
jika suatu hari anak Anda yang telah dewasa pindah ke kota lain dan Anda
tidak sanggup mengunjunginya karena harga tiket pesawat terbang terlalu
mahal? Sulitkah itu???
Bagaimana
rasanya melihat anak Anda tanpa disadari telah tumbuh remaja dan dewasa
padahal sewaktu mereka kecil Anda sangat sedikit meluangkan waktu untuk
mereka? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika Anda di-PHK karena kantor Anda gulung tikar karena Krisis Moneter? Sulitkah itu???
Tahukah Anda hal yang paling sulit?
Hal yang paling sulit itu bukanlah menjalankan bisnis network-marketing.
Hal
yang paling sulit adalah suatu hari Anda menyadari telah terlalu banyak
membuang-buang waktu yang berharga, dan waktu yang telah Anda
sia-siakan tersebut telah hilang untuk selama-lamanya.
Detik
demi detik, menit demi menit, hari demi hari, tahun demi tahun hilang
tak berbekas. Waktu yang hilang tak berbekas ini seharusnya dapat Anda
gunakan sedikit-demi-sedikit untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis
network-marketing Anda secara konsisten dan perlahan-lahan.
Manusia sering punya kebiasaan buruk untuk mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakan hal-hal yang seharusnya dikerjakan.
Seringkali
kita mengizinkan orang lain yang tidak berhak dan tidak berkepentingan
untuk mengatur hidup kita dan keluarga kita, masa depan kita dan masa
depan kita.
Apakah network-marketing benar-benar sulit dijalankan???
Apakah sulit untuk menunjukkan kepada teman-teman produk bermutu tinggi???
Apakah sulit untuk mempelajari sistim bisnis network-marketing sehingga bisa menyampaikannya kepada orang lain???
Apakah sulit untuk meluangkan satu jam sehari untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis network marketing Anda???
Apakah
sulit untuk tidak menonton TV/sinetron selama satu jam sehari dan
mempergunakan waktu tersebut untuk mengembangkan bisnis
network-marketing Anda???
Apakah
sulit untuk mengerti bahwa dengan menjalankan bisnis network-marketing
secara konsisten dan perlahan-lahan selama beberapa tahun Anda akan
dapat mencapai kebebasan finansial???
Sanggupkah
Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama
tiga tahun ke depan supaya keluarga Anda dapat membeli rumah idaman???
Sanggupkah
Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama
tiga tahun supaya anak Anda dapat sekolah di perguruan tinggi yang
bermutu tinggi dan bukan yang uang kuliah-nya murah???
Sanggupkah
Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama
tiga tahun supaya taraf hidup keluarga dapat Anda tentukan sendiri dan
bukan ditentukan oleh orang-orang yang tidak berhak?
Segeralah sadari bahwa Anda mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan bisnis network-marketing.
Network-marketing benar-benar mempunyai kekuatan untuk merubah hidup Anda.
Tapi, semua potensi-potensi yang ditawarkan oleh network-marketing tergantung kepada Anda sendiri untuk merealisasikannya.
Setelah mempelajari perbandingan-perbandingan di atas, apakah Anda masih merasa bahwa network-marketing sulit dijalankan???
Langganan:
Komentar (Atom)